Gara-gara Ibu Angkat Suka Kirim Foto Vulgar, Remaja Ini Terpancing, Saat Bertemu Lakukan Ini

 


    pixabay

ILustrasi. Seorang ibu angkat yang gatel. Suka kirim foto vulgar ujungnya lakukan ini

TRIBUNPEKANBARU.COM- Foto vulgar ibu angkat jadikan remaja berusia 16 tahun ini penasaran. Maka ia pun jadi lebih sering mengunjungi ibu angkatnya tersebut.

Tidak hanya mengujungi biasa saja, teernyata setelah bertemu terjadi perbuatan yang tak senonoh.

Tentu saja perbuatan tersebut tidak bisa dielakkan. Sebab, sang ibu angkat adalah seorang mantan pekerja seks komersial.

Sedangkan korban adalah remaja yang tengah dalam masa pertumbuhan. maka dalam kondisi yang masih sedikit polos, ia tak menyadasi jadi pelampiasan hawa nafsu sang ibu angkat.

Kisah ini tentu saja membuat gempar warga sekitar terutama sang orangtua korban. Tidak pernah menyangka korban yang masih remaja sudah melakukan perbuatan yang tak senonoh.

Begini kisahnya

komunikasi antara korban dengan terduga pelaku mulai Maret 2022 lalu. Keduanya berkenalan melalui aplikasi TikTok hingga berlanjut chatingan WhatsApp.

Korban R merupakan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kedua orangtuanya bekerja di Keningau, Malaysia.

Ia mulai sering menemui terduga pelaku, setelah SR mau menjadikan R sebagai anak angkatnya.

"Di Nunukan korban tinggal di asrama sekolah. Dari cerita orangtua dan guru korban, selesai jam sekolah, korban sering minta izin kepada kepala asrama untuk beribadah. Ternyata pergi ke kos perempuan itu," ucapnya.

Menurut pengakuan ibu korban, kata Supriadi, R sering dikirimkan foto vulgar oleh perempuan yang diduga merupakan mantan PSK itu. Hal itu membuat korban menjadi sering menemui terduga pelaku di kosan tempat tinggal SR.

Hingga akhirnya, korban R dijadikan pemuas nafsu SR berkali-kali.

"Dari cerita ibu korban, perempuan itu sering mengirim foto vulgar kepada korban. Ya mungkin saja, namanya anak remaja rasa ingin tahu lebih banyak. Hingga terjadi pelecehan berkali-kali," ujarnya.

Supriadi menuturkan, pertemuan hingga berujung pelecehan yang dialami korban membuat perilaku R mengalami perubahan drastis di sekolah.

Mantan Pekerja Sek Komersial

Terduga mantan pekerja seks komersial (PSK) inisial SR (43) sudah diamankan ke Polres Nunukan atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pelajar laki-laki inisial R (16), Jumat (20/05), sore.

Kapolres Nunukan, AKBP Ricky Hadiyanto melalui Plt Kasi Humas Polres Nunukan Iptu Supriadi mengatakan, terduga pelaku SR diamankan di Jalan Tanjung, Kelurahan Nunukan Barat, tempatnya bekerja mengikat rumput laut (mabettang).

"Kemarin terduga pelaku itu sudah kami amankan ke Polres Nunukan, setelah ada laporan masuk dari ibu korban. Saat ini terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan," kata Supriadi kepada TribunKaltara.com, Sabtu (21/05/2022), pukul 11.35 Wita.R yang dikenal siswa yang ceria, kini cenderung melamun dan sering didapati gurunya berbicara seorang diri.

"Padahal anaknya dikenal selalu ceria. Akhirnya karena gurunya penasaran, dilakukan pendekatan hingga anak itu mau cerita kejadian sebenarnya kepada gurunya. Lalu guru ceritakan kepada orangtua korban di Malaysia," tuturnya.

Saat ini korban mengalami depresi berat atau trauma dan dirawat di RSUD Nunukan. Sementara itu, penyidik Polres Nunukan masih melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Termasuk hal yang membuat korban menjadi depresi berat.

"Penyidik masih periksa terduga pelaku itu. Apa motifnya termasuk juga apakah dia memang benar mantan PSK. Unsur penerapan pasal nanti setelah rangkaian gelar perkara selesai," ungkapnya.

Kemudian mengenai obat-obatan yang sempat diberikan terduga pelaku kepada korban, juga masih didalami penyidik.

"Katanya vitamin tapi perlu pembuktian jenis obatannya apa, tersangka masih diamankan belum dilakukan pemeriksaan mendalam," imbuhnya.

Pelajaran yang bisa dipetik dari kasus ini adalah, bagaimana seorang anak yang ditinggal sendirti tanpa pengawasan orangtua akan lebih mudah melakukan hal yang akan membuat mereka terjebak.

Baik pada hal yang negatif samp[ai melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Bahkan bisa merusak masa depannya sendiri. (*)

(Tribunpekanbaru.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel