DERETAN Rudal Nuklir Rusia Bisa Bikin Kiamat, Penampakan di Dasar Laut Ini yang Paling Dhahsyat

tribun-medan.com/russianmilitaryanalysis

Penampakan senjata Nuklir Rusia di bawah permukaan Laut di salah satu lokasi yang dirahasiakan.

Deretan Senjata Nuklir Rusia yang Bisa Bikin Dunia Kiamat

TRIBUN-MEDAN.COM – Federasi Rusia, sebagai salah satu negara dengan militer terkuat di dunia, tidak main-main dalam melindungi wilayah negaranya dengan perlengkapan senjata yang mematikan.

Senjata canggih itu pula yang membuat Rusia percaya diri dan tidak menggubris kecaman negara lain atas serangannya terhadap Ukraina.

Bahkan belum lama ini Rusia justru mengumumkan daftar lusinan negara yang dianggap sebagai musuh karena memberikan sanksi ekonomi atas invasi Rusia ke Ukraina.

 

Senjata nuklir Rusia di bawah permukaan laut .(tribun-medan.com/russianmilitaryanalysis)

Presiden Vladimir Putin dalam beberapa kesempatan melontarkan pernyataan soal kemampuan canggih nuklirnya dan disebutnya terkuat di dunia.

Bahkan, Putin tak segan mengancam kepada dunia yang mencoba ikut campur tangan urusan negaranya terhadap Ukraina. Putin menyebut mereka akan menghadapi konsekuensinya.

Senjata nuklir mematikan Rusia (tribun-medan.com/russianmilitaryanalysis)

Baru-baru ini media ternama Amerika Serikat Huffington Post, merilis artikel yang menyebut tentang kapal selam drone pembawa senjata kiamat milik Rusia yang tengah dalam proses pengembangan.

Dari US Nuclear Posture Review, Huffington Post, menulis bahwa alutsista teranyar itu merupakan sebuah peringatan yang sengaja ditujukan Putin kepada Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.

Potret senjata Nuklir Rusia di bawah permukaan Laut (tribun-medan.com/russianmilitaryanalysis)

Merujuk dari dokumen tersebut, diketahui bahwa drone Rusia itu dikenal secara resmi dengan nama Ocean Multipurpose (OMS) System Status-6.

Senjata nuklir Rusia yang terbaru. (tribun-medan.com/russianmilitaryanalysis)

Kapal selam drone peluncur rudal nuklir tersebut memiliki jarak tempuh hingga maksimal 10.000 kilometer.

Kemudian dapat menyelam sejauh 1 km di bawah permukaan laut.

Lalu bisa mencapai kecepatan maksimal hingga 103 km/jam.

Alutsista itu juga mampu membawa hulu ledak nuklir sebesar 100 megaton.

Senjata kiamat terbaru Rusia (tribun-medan.com/russianmilitaryanalysis)

Namun, OMS Status-6 bukan satu-satunya kartu AS Rusia dalam menghadapi dunia, pasalnya Rusia masih memiliki senjata mematikan lainnya yang perlu diwaspadai.

Senjata nuklir Rusia diluncurkan dari bawah dasar laut (tribun-medan.com/russianmilitaryanalysis)

Dari berbagai macam, selain OMS Status-6, berikut sejumlah senjata Rusia lainnya yang diyakini mampu cetuskan kiamat di dunia.

1. Nuklir Satan 2

Bom nuklir RS-28, atau yang lebih dikenal dengan rudal Setan 2 (Satan 2) memiliki berat 100 ton. Rudal ini disebut bisa menghancurkan area seluas Texas Amerika Serikat, dengan memiliki kecapatan 4,3 mil (7 km) per detik dan telah dirancang untuk mengalahkan semua sistem perisai anti rudal. (Nauka-novosti.ru)

Rusia juga memiliki senjata nuklir yang diberi julukan oleh NATO RS-28 Sarmat atau 'Satan'. Pasalnya nuklir yang bisa memicu kiamat ini mampu 'menghapus' Pantai Timur Amerika dalam satu kali tembak saja.

Mengerikannya lagi, senjata-senjata itu bahkan disebut-sebut mampu membuat bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam PD II 'terlihat' tak ubahnya 'senapan mainan'.

Rudal Satan disebut mampu membawa hulu ledak nuklir dengan muatan hingga 20.000 kiloton. Ini seribu kali lebih kuat daripada bom yang dijatuhkan di Nagasaki.

Dengan muatan maksimum, sekali hantam Satan mampu membunuh 4,5 juta orang di New York, melukai 3,6 juta orang dan mengirimkan radioaktif yang dapat menyebar melampaui jarak 600 mil.

Satan juga dapat dipersenjatai dengan 10 nuklir kecil berkekuatan 550 kiloton di mana setiap nuklir ini dapat menyebar melintasi daerah yang luas dan nyaris tak dapat dicegat.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan serangan nuklir akan menjadi 'malapetaka' bagi dunia.

2. Rudal Jelajah Kalibr

Rudal Kalibr: Destroyer anti-kapal selam kelas Project 1155 Udaloy Marshal Shaposhnikov dibuat pada 1984, kemudian dimodernisasi selama empat tahun di Vladivostok. Dalam program modernisasi tersebut, persenjataan Marshal Shaposhnikov ditingkatkan dengan adanya vertical launch system dan rudal anti-kapal subsonik Uran.

Rusia telah mengembangkan jelajah jarak jauh yang disebut sebagai 'Kalibr', alat ini dikabarkan merupakan saingan Tomahawk buatan Amerika Serikat.

Rudal ini diketahui mampu menjangkau hingga 1.500 mil. Panjangnya sekira 30 kaki, beratnya mencapai 2,3 ton dan mengemas hulu ledak termonuklir seberat 1.100lbs.

Kalibr adalah senjata pilihan Rusia dalam hal meluncurkan serangan presisi pada jarak jauh terhadap target musuh. Kalibr dikembangkan sejak 1990-an dan pertama kalinya digunakan untuk pertempuran pada 2015.

Kalibr dapat diluncurkan melalui kapal, kapal selam, atau pasukan darat - dengan versi peluncuran jet yang diperkirakan sedang diproduksi.

3. Tank Malka

Tank Malka

Seorang pejabat intelijen mengatakan kepada The Independent bahwa Rusia menggunakan howitzer self-propelled 27M Malka 203mm, sistem artileri konvensional paling kuat di dunia.

Tank Malka juga dikenal sebagai 2S7 Pion, sistem artileri membawa empat proyektil untuk digunakan segera dan mampu menembakkan amunisi nuklir.

Army Recognition juga melaporkan, dengan satu tembakan dari senjata 203mm ini maka sepenuhnya dapat menghancurkan sebuah bangunan yang digunakan sebagai benteng.

4. Bom Termobarik

Sistem pelontar TOS-1 pembawa bom termobarik, salah satu senjata Rusia paling mematikan, saat dipamerkan dalam parade militer di Moskwa.

Bom Termobarik ini dianggap sebagai superweapon paling gahar yang dimiliki Rusia. Lewat senjata ini, dapat membuat orang yang ada di dekatnya langsung 'lenyap', bahkan disebut dapat menghancurkan hingga organ dalam manusia.

Putin dapat menggunakan senjata termobarik berkekuatan tinggi, yang dijuluki 'bapak segala bom' jika belum juga berhasil menguasai Kiev. Hal ini lah diperingatkan langsung oleh seorang pejabat.

Senjata termobarik adalah bahan peledak bertenaga tinggi yang menggunakan atmosfer itu sendiri sebagai bagian dari ledakan. Alat ini adalah salah satu senjata non-nuklir paling kuat yang pernah dikembangkan.

5. Tank TOS-1 Buratino

Tank TOS-1 Buratino

TOS-1 Buratino adalah sistem peluncur roket ganda yang menembakkan bom termobarik yang ketika meledak, menghabiskan semua oksigen di zona ledakan, membunuh semua orang di area tersebut.

Senjata ini didasarkan pada tank tempur utama T-72 era Soviet dengan menara utama dilepas dan diganti dengan sistem peluncur roket yang menampung 30 roket 8,5 inci.

Tank TOS-1 Buratino ini dikembangkan pada pertengahan 1980-an dan roket terarah memiliki jangkauan dua mil. Alat ini sangat efektif melawan kendaraan lapis baja ringan yang menyebabkan kehancuran dalam area berdiameter 1.000 kaki.

6. Tsar Bomba

Tsar Bomba bom nuklir terdahsyat Rusia.

Tsar Bomba, adalah bom nuklir terbesar yang pernah dibuat, dan dikembangkan pada puncak Perang Dingin untuk bersaing dengan perangkat termonuklir yang diproduksi oleh AS.

Pada 30 Oktober 1961, Uni Soviet melakukan uji coba peledakan bom paling kuat dan punya tenaga penghancur nomor wahid. Bom itu resminya bernama RDS-220. Namun pihak Barat menjulukinya Tsar Bomba, 'Raja atau Kaisar dari Segala Bom'.

Kekuatannya 57 megaton, setara dengan 10 kali total bom yang meledak pada Perang Dunia II, atau 1.400 kali lebih dahsyat dari gabungan bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Jika diledakkan di daratan, negara pun bisa hancur karenanya. Senjata berkode Vanya itu adalah senjata nuklir paling kuat yang pernah diledakkan.

7. Yars atau RS 24

Yars atau RS-24 merupakan rudal balistic (peluru kendali) termonuklir antar benua atau intercontinental balistic missiles (ICBM) milik Rusia. Rudal ini membawa hingga 10 hulu ledak dengan 250 kiloton dengan target independen.

Yars atau RS-24 merupakan rudal balistic (peluru kendali) termonuklir antar benua atau intercontinental balistic missiles (ICBM) milik Rusia.

Rudal ini membawa hingga 10 hulu ledak dengan 250 kiloton dengan target independen. Yars pertama kali diuji pada 29 Mei 2007. Rudal ini menggantikan rudal tua R-36 dan UR-100N yang digunakan hampir 50 tahun.

Rudal ini membawa hingga 10 hulu ledak dengan 250 kiloton dengan target independen. Produksi pertama di mulai pada tahun 2004. Informasinya RS-24 mampu menembus target yang sangat terlindungi.

Dalam uji cobanya, dari Plesetsk di barat laut Rusia dan mencapai sasarannya di daerah penembakan Kura di Kamchatka di timur Rusia.

8. Rudal KH-59

Rudal KH-59.

Rudal angkatan udara Rusia ini dilengkapi kamera berbahan bakar powder (bubuk).

Rudal ini memiliki hulu ledak yang lebih besar dari versi standar.

Selain itu, KH-59 memiliki sistem pemandu ganda dan sebuah mesin turbo jet RDK-300 buatan Soyuz (Union) OKB.

Rudal ini muncul pertama kali pada bulan November 1991 di Dubai, ketika diluncurkan KH-59 berakselerasi dengan mesin berbahan bakar bubuk kemudian beralih ke mesin turbo jet.

Dengan diameter 1,25 kaki (0,3 meter) dan panjang 18,45 kaki (5,6 meter) rudal ini memiliki berat 2.046 kilogram.

9. Rudal Yakhont atau P-800 ONIKS

Rudal Yakhont atau P-800 ONIKS

Rudal Yakhont atau P-800 ONIKS didesain untuk rudal anti kapal.

Rudal ini dijuluki NATO sebagai SS-N-26 ini memiliki panjang 8,9 meter, berdiameter 0,7 meter dan berat mencapai 3100 kilogram.

Dengan hulu ledak 250 kilogram, rudal dapat menjangkau 300 kilometer dan ketinggian antara 10 hingga 14 ribu meter. Indiandefensenews.in

Rudal ini didesain untuk rudal anti-kapal yang dikembangkan oleh Mashinostroyeniya dengan versi pengembang dari P-80 Zubr.

Pembangunannya di mulai pada 1983 dan 2001 dapat diluncurkan dari darat, laut melalui kapal selam atau udara.

Rudal SS-N-26 ini memiliki panjang 8,9 meter, berdiameter 0,7 meter dan berat mencapai 3.100 kilogram.

Dengan hulu ledak 250 kilogram, rudal dapat menjangkau 300 kilometer dan ketinggian antara 10 hingga 14 ribu meter.

(*/tribun-medan.com/sonora.id/russianmilitaryanalysis.wordpress.com)


Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel