Ulama Sebut Arab Saudi Mendekati Akhir Zaman, Putra Mahkota Arab Saudi Jadi Perbincangan Karena Ini

    Mohammed bin Salman /Instagram/@mbsalsaud1

ZONABANTEN.com - Kerajaan Arab Saudi memang tak pernah habis diperbincangkan dan selalu menjadi sorotan dunia bahkan hingga dikait-kaitkan dengan tanda akhir zaman.

Pemerintahan Arab Saudi yang saat ini menyaksikan putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman telah mengalami banyak perubahan.

Dalam pemerintahannya, putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman membuat visi 2030 yang bertujuan mengubah negara Arab Saudi yang liberalisme, dimana putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman mengubah banyak aturan di Arab Saudi.

Diantaranya adalah aturan-aturan yang semula diharamkan kini menjadi halal di Arab Saudi.

Aturan-aturan tersebut di antaranya adalah peningkatan bebasnya wanita di Arab Saudi, konser dihalalkannya dan bioskop, serta pencampuran laki-laki dengan perempuan menjadi lebih mudah di Arab Saudi.

Tak hanya itu, putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman dalam sebuah wawancara di acara televisi Arab Saudi, dilansir dari YouTube Chocotube yang menyebutkan bahwaputra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman lebih mementingkan hadits mutawatir, hadits ahad, dan hadits khabar jika dibandingkan dengan hadits shahih, hadits hasan, atau hadits dhaif dari Bukhari, Muslim, maupun yang lainnya.

Dijelaskan lebih lanjut, putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman berpedapat bahwa kebanyakan orang telah mengklasifikasikan hadits berdasarkan tipologi sendiri seperti Bukhari, Muslim, dan lainnya menjadi hadits shahih, hasan, atau dhaif. Tapi ada klasifikasi lain yang lebih penting yaitu hadits mutawatir, hadits ahad, dan hadits khabar.

Disebutkan pula, putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman mengatakan bahwa hal itu menjadi referensi hukum utama di Arab Saudi untuk menyimpulkan berdasarkan syariat agama Islam di Arab Saudi.

Putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman menjelaskan juga bahwa hal tersebut akan menjadi referensi hukum di Arab Saudi untuk menyimpulkan berdasarkan syariat.

Tujuan putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman membuka atau menolak hadits shahih, hadits hasan, atau hadits khabar adalah untuk menarik 100 juta turis dan menciptakan 3 juta lapangan pekerjaan di Arab Saudi.

Setelah menduduki kursi kekuasaan, putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman telah mengubah banyak aturan Kerajaan Arab Saudi dengan visi 2030.

Visi 2030 yang dibuat putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman membuat Kerajaan Arab Saudi semakin menjadi negara liberal.

Selain itu Arab Saudi juga menjadi negara sekuler dibawah kepemimpinan putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman.

Tak hanya itu, putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman juga mengatakan bahwa Visi 2030 yang dibuatnya diharapkan dapat melipatgandakan investasi luar negeri Arab Saudi.

Banyak para ustadz atau ulama yang mengatakan bahwa hal ini merupakan tanda-tanda awal akhir zaman dari Arab Saudi.

Semakin berubahnya Arab Saudi menjadi negara liberalisme banyak penggemar dengan akhir zaman yang semakin jelas terjadi di Arab Saudi.

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, mengatakan bahwa barometer akhir zaman dunia saat ini adalah Arab Saudi.

“Barometer akhir zaman bukan Indonesia, bukan China, bukan Asia Tenggara, bukan Afrika, bukan Eropa, bukan juga Amerika. Barometer akhir zaman adalah Arab Saudi disitu ada Mekkah dan Madinah. Maka semua hadits-hadits yang kita baca tentang akhir zaman bisa kita berkaca di sana,” kata Ustadz Zulkifli Muhammad Ali melansir dari kanal YouTube Chocotube yang diunggah pada 10 Januari 2022.

Tak hanya itu, putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman juga menandatangi perjanjian damai dengan Israel yang membuat heboh banyak orang.

Seorang cendekiawan Islam Syekh Imran Hosein mengatakan, bahwa tindakan putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman berdamai dengan Israel merupakan salah satu bagian dari syirik.

Dalam kebijakan ini, putra mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman telah membuka jalan bagi Arab Saudi untuk menjadi negara yang lebih besar, namun seiring juga dengan banyak kecaman terhadapnya.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel