'Setelah Dibisikkan Jadi Mau', Begini Modus Ustaz Cabul di Bandung Merudapaksa 21 Santriwati


 


    Kolase (Istimewa dan Tribunjabar.id/Cipta Permana)

Terungkap nasib miris para santriwati di pesantren yang diasuh Herry Wirawan. Mereka ternyata kerap diminta jadi kuli bangunan.

TRIBUNBANTEN.COM - Guru pesantren di Bandung, Herry Wirawan, diduga mencabuli 21 santriwati di tempatnya mengajar.

Para korban itu bukan hanya warga sekitar pondok pesantren, tetapi ada yang berasal dari daerah lain. Korban ada yang sedang hamil maupun sudah melahirkan.

Begini cara Herry Wirawan merudapaksa santriwati?

Herry Wirawan menggunakan cara-cara hipnotis untuk merudapaksa korbannya.

Herry Wirawan selalu berhasil memperdaya korban. Bahkan korban tidak mau menceritakan apa yang dilakukan pimpinan pondok pesantren tersebut.

Kuasa hukum para korban pemerkosaan, Yudi Kurnia menjelaskan pengakuan para kliennya. Menurut para korban pelaku, selalu membisikkan sesuatu jika ingin melakukan perbuatan bejatnya.

Bisikan ke telinga korban ini, sambung Yudi membuat para kliennya yang sedari awal menolak,jadi mengikuti kemauan pelaku.

"Kalau menurut keterangan dari anak-anak. Mereka itu awalnya menolak, tapi setelah si pelakuitu memberikan bisikan di telinga, korban jadi mau," ujar Yudi, Sabtu (11/12/2021). Dikutip dari TribunJabar.id.

Yudi menambahkan, tak sebatas di situ, bisikan pelaku juga membuat para korban tidak melaporkan perbuatan kepada orang tua.

"Korban juga seakan tidak mau melaporkan perbuatan pelaku ke orang tuanya, padahal dia setiaptahun pulang kampung," ujar Yudi.

Kasus pemerkosaan dan pencabulan Herry Wirawan sudah berjalan di persidangan.

Pengurus pondok pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung, Jawa Barat itu didakwa telah melakukan pencabulan dan pemerkosaan terhadap sejumlah santriwati yang merupakan anak didiknya.

Aksi bejat Herry Wirawan berlangsung sejak 2016 hingga 2021.

Tindakan pencabulan dan pemerkosaan tersebut dilakukan di yayasan pesantren yang diurusnya dan tempat lain seperti apartemen hingga hotel di Kota Bandung.

Fakta persidangan terdapat 21 santriwati yang menjadi korban pencabulan dan pemerkosaan Herry Wirawan. Korban rata-rata berumur 14 tahun.

Dari 12 korban, 8 di antaranya telah melahirkan anak dari rudapaksa Herry, 2 di antaranyabahkan tengah mengandung.

Herry Wirawan didakwa melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP untuk dakwaan primernya.

Sedang dakwaan subsider, melanggar Pasal 81 ayat (2), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Atas tindakannya Herry Wirawan terancam hukuman 20 tahun penjara hingga hukuman kebiri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel