Ramalan Jayabaya: Gunung Semeru Meletus, Gunung Slamet Meletus dan Pulau Jawa Akan Terbelah Lingkarkediri


    Lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru.* Korban meninggal          dunia akibat erupsi Gunung Semeru bertambah satu jiwa                  menjadi 14 orang dan korban luka 56 orang. /ANTARA                        FOTO/Zabur Karuru/pras

LINGKAR KEDIRI - Usai meletusnya Gunung Semeru, kini banyak masyarakat yang menyebut jika hal ini ada kaitannya dengan ramalan Jayabaya.

Memang saat ini ramalan Jayabaya tengah menjadi perbincangan yang hangat pasca meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang Jawa Timur pada Sabtu 4 Desember 2021.

Dalam ramalan Jayabaya banyak hal yang diungkap dan salah satunya tentang Gunung Semeru dan Gunung Slamet.

Jika kedua gunung tersebut sampai meletus, maka terbuti jika ramalan Jayabaya ini benar.

Namun, banyak juga masyarakat yang meneybut jika hal ini hanya kebetulan semata.

Dan meletusnya Gunung Semeru yang dibarengi terbelahnya Pulau Jawa hanyalah mitos.

Di sisi lain, beberapa ramalan Jayabaya juga terwujud, salah satunya adalah seumur jagung (3,5 bulan) yang dimaknai dijajah 3,5 tahun.

Memang beberapa ramalan Jayabaya sudah disiratkannya ratusan tahun silam, namun kini mencuat seiring dengan meletusnya Gunung Semeru.

Dalam karya sastra disebutkan terdapat ramalan Maharaja Jayabaya, ia adalah seorang raja di Kerajaan Kediri yang memerintah pada abad ke 12.

Dalam situasi lain, tidak hanya korban jiwa dan harta benda yang terkena dampak dari letusan Gunung Semeru ini.

Bahkan rumah warga di dekat Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang Jawa Timur banyak yang hancur.

Dengan ramalan Jayabaya tersebut, kali ini banyak yang meyakini mitos Jawa terbelah akan terjadi.

Masyarakat malah percaya jika Ramalah Jayabaya selalu terbukti. Namun, segala sesuatu itu tentu hanya Tuhan yang mengetahui secara pasti.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel