Pilih Jadi Gay dan Punya Suami di Jerman, Ragil Mahardika Mengaku Sudah Siap Jadi Ayah Rumah Tangga!


Saat ditanya oleh warganet mengenai harapan atau visi misi kedepan, Tiktoker Ragil Mahardika menyebut, jika ia sudah siap jadi ayah rumah tangga. Berikut informasi selengkapnya.

Bagi pengguna Tiktok, siapa yang tak kenal dengan sosok Ragil Mahardika?

Ia merupakan pria asal Medan yang secara terbuka mengaku sebagai gay dan kini sudah menikah dengan sesama laki-laki di Jerman, bernama Frederik Vollert.

Keterbukaan Ragil tampak dari setiap unggahannya di media sosial, khususnya Tiktok.

Ragil tak segan untuk memperlihatkan kemesraannya bersama suami ke khalayak luas.

Alhasil, setiap konten Ragil di Tiktok kerap jadi FYP dan viral.

Ditambah lagi pada saat ini, Ragil mempunyai jumlah followers hingga tiga juga lebih di Tiktok.

Tidak mengherankan, jika Ragil sering mendapatkan atensi dari para followers-nya di Tiktok dengan mendapat banyak pertanyaan.

Nah, baru-baru ini Ragil mendapat pertanyaan unik dari seorang warganet di Tiktok.

Pertanyaan itu adalah: ‘Kak, apa visi misi kakak kedepannya? Semoga dijawab’.

Lalu, bagaimana tanggapan Ragil?

Harapan atau Visi Misi Ragil Mahardika di Masa 7yang Akan Datang: Siap Jadi Ayah Rumah Tangga!


Pertanyaan tersebut cukup unik, sebab bagi Ragil Mahardika hal tersebut cocok ditanyakan kepada calon gubernur.

“Visi misi udah kaya mau jadi gubernur aja yak,” ujar pria asal Medan ini.

Kemudian Ragil melanjutkan jawabannya, ia mengaku sekarang sudah siap untuk mengadopsi anak bersama suaminya.

“Yang pasti kita (Ragil dan suami) sudah siap lahir batin buat adopsi anak,” lanjutnya.

Bahkan, ia mengaku jika kelak mengadopsi seorang anak, sudah siap menjadi ayah rumah tangga dan cuti untuk mengasuh anak.

“Aku juga sudah siap jadi ayah rumah tangga yang baik alias cuti kerja buat asuh anak.”

“Doain kita yah gaess,” tutup Ragil.

Harapan Ragil untuk Mengadopsi Anak

Dalam beberapa kesempatan, Ragil Mahardika memang acapkali mengungkapkan rencananya untuk mengadopsi anak.

Sang suami pun mendukung penuh mengenai rencana tersebut.

Akan tetapi, mengadopsi anak di Jerman bukanlah hal yang mudah.

Ragil dan suami perlu mengikuti serangkaian tes dan syarat sebelum disahkan menjadi orang tua angkat.

Beberapa tes tersebut seperti tes kesehatan hingga ada tim khusus yang akan melihat kondisi rumah Ragil.

”Selama satu tahun adopsi dilihat bagaimana kita bisa menjadi orang tua yang baik dan benar. Jadi setelah satu tahun itu prosesnya, baru kita akan dilepas (dipercaya) oleh pihak adopsi,” ujar Ragil, melansir laman dw.com.

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel