Perawat Berhubungan Badan dengan Pria Baru Dikenal di Mobil, Modus Ruqyah


    Ilustrasi

Seorang Perawat berhubungan badan dengan pria yang baru dikenal di mobil, berawal dari curhat hingga modus ruqyah .

Hari itu, Perawat wanita itu tak menyangka akan mengalami nasib memilukan karena ia dipaksa oleh pria yang baru ia kenal untuk berhubungan badan .

Bahkan, sebelum dipaksa berhubungan badan, Perawat itu sempat dimandikan dengan air kembang di rumah pria yang baru ia kenal itu.

Perawat itu dipaksa berhubungan badan oleh pria yang baru ia kenal itu berawal dari rencana si Perawat hendak menuju Kebayoran Lama .

Guna memudahkan perjalanannya, Perawat itu memesan taksi online.

Tanpa ada tanda-tanda dan perasaan curiga kepada pria yang baru ia kenal itu, Perawat itu naik taksi saat taksi online itu sampai.

Awalnya, antara Perawat dan pria yang baru ia kenal itu tidak ada perbincangan.

Namun kemudian mereka terlibat perbincangan ringan hingga serius.

Bahkan, Perawat itu bercerita tentang kondisi dirinya.

Masih tanpa ada kecurigaan, Perawat itu menceritakan bahwa ia dibayangi sosok misterius.

Menanggapi keluhan Perawat itu, pria yang baru ia kenal itu mengatakan bahwa itu adalah jin.

Perawat berinisial EA itu percaya saja kepada pria yang baru ia kenal berinisial HO itu.

Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan mengatakan pengungkapan kasus pencabulan berawal dari adanya pelimpahan laporan dari Polda Metro Jaya ke Polresta Bogor Kota.

Kejadian pemaksaan berhubungan badan atau rudapaksa tersebut diketahui terjadi pada Kamis, 16 Desember 2021.

Dari keterangan korban peristiwa itu bermula ketika memesan taksi online menggunakan aplikasi dari titik jemput di Pasanggrahan dengan tujuan ke Kebayoran Lama.

Namun saat diperjalanan terjadi pembicaraan hingga akhirnya pelaku mengantar korban hingga ke rumahnya di wilayah Bogor Barat.

Selama dalam perjalanan, korban bercerita pada pelaku kalau dirinya merasa seperti ada bayang-bayang yang selalu mengikutinya kemanapun.

Mendengar cerita korban, pelaku pun langsung menyebut kalau korban sedang diganggu jin.

Maka dari itu, untuk terbebas dari gangguan jin tersebut, pelaku menyebut korban harus segera dirukiyah.

"Kejadiannya 16 Desember, Iya jadi awalnya dalam perjalanan pelaku ini bilang kalau korban sedang diganggu Jin.

Kemudian korban diantar ke rumah," ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto, Senin (20/12/2021).

"Iya jadi dalam perjalanan itu Korban sering bercerita merasa dibayang-bayangi, kemudian pelaku menyarankan untuk dirukyah," lanjut Wakapolresta Bogor Kota AKBP Ferdy Irawan.

Kemudian, pelaku pun menjelaskan tata cara sebelum rukiah, yakni harus mandi kembang terlebih dulu.

Setelah sampai di rumah korban d daerah Bogor Barat, pelaku kemudikan sempat memandikan korbannya dengan kembang.

Masih menggunakan pakaian kemudian korban dimandikan kembang oleh pelaku di dalam kamar mandi rumah korban.

"Dalam perjalanan korban menyampaikan kepada korban bahwa sepertinya korban perlu dirukiyah atau dibersihkan atas dasar keterangan itu.

Ketika sampai di rumah kepada korban ini pelaku memandikan kemudian korban dirukiah oleh tersangka," ujar AKBP Ferdy Irawan.

Setelah memandikan korbannya, kemudian pelaku mengajak mencari makan.

Saat mencari makan malam tersebut, HO memaksa berhubungan badan dengan perawat itu di dalam mobilnya.

"Jadi pencabulan ini terjadi setelah pelaksanaan yang diakui pelaku ini sebagai rukyah.

Setelah itu mereka jalan kembali menggunakan mobil dan di dalam mobil itulah terjadi pemaksaan berhubungan badan ataupun pencabulan oleh tersangka," katanya.

Pelaku pun memaksa korban untuk bersedia melayani nafsunya.

Menurut pelaku, kalau tidak segera dirukyah atau diruwat, korban akan mati secara perlahan.

"Kamu sedang diganggu Jin, ini harus diruwat, jika tidak mau nanti mati secara perlahan," ucap sang sopir taksi online.

Atas kejadian itu, korban pun melapor ke Polda Metro Jaya.

Pelaku kini telah ditangkap Unit PPA Satreskrim Polresta Bogor Kota bersama Unit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, di rumahnya di Jalan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/12/2021).

Dari hasil pemeriksaan selain menjadi sopir angkutan online HO rupanya adalah karyawan swasta.

Saat ini, HO pun sudah ditangan di Mapolresta Bogor Kota.

Atas perbuatan tersebut tersangka disangkakan pasal 289 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Viral di Meda Sosial

Kasus dugaan pencabulan sopir taksi online terhadap perawat ini sebelumnya viral di media sosial.

Hal itu jadi perbincangan setelah akun Twitter @ammarai_hc mengunggah screenshoot pemesanan melalui aplikasi taksi online.

Pada keterangannya, akun itu menulis bahwa salah seorang perawatnya telah mengalami pemerkosaan.

Peristiwa pemerkosaan itu terjadi di kawasan Jakarta Selatan.

Melalui akun Twitter-nya, Ammarai Healthcare Assistance menulis bahwa salah seorang perawatnya diduga diperkosa oleh driver Gocar.

"Perawat kami mengalami pemerkosaan oleh mitra Gocar," demikian twit dikutip dari Twitter @ammarai_h, Sabtu (18/12/2021).

Pada cuitannya itu, pihak Ammarai mengaku sudah melaporkan dugaan pemerkosaan tersebut ke perusahaan Gojek.

Namun, menurutnya laporan tersebut belum direspon dengan layak oleh pihak gojek.

Sehingga ia pun mencuitkannya melalui Twitter.

Pihak Ammarai pun berharap laporan tersebut ditindaklanjuti dan pelaku segera ditangkap.

"Kami sudah lapor dgn No pelaporan: 92760963 tapi belum direspon selayaknya. Mohon diproses segera untuk dicari pelaku, agar segera ditangkap dan tidak menimbulkan korban lainnya," tulis Ammarai.

Menanggapi twit itu, akun resmi Twitter Gojek Indonesia menyampaikan bahwa pihak perusahaan sudah menonaktifkan driver tersebut untuk diselidiki.

Gojek Indonesia juga akan berkoordinasi dengan aparat guna menindaklanjuti dugaan pemerkosaan sesuai ketentuan hukum.

"Hai kak, saat ini akun mitra driver tsb telah kami suspend untuk investigasi lebih lanjut. Gojek siap berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk memproses hal ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Terima kasih -IC," tulis @gojekindonesia.

Selain itu, pihak Ammarai Healthcare Assistance sempat menjelaskan sedikit kronologi kejadian.

Menurutnya, peristiwa pemerkosaan itu terjadi saat korban pulang dari bertugas.

"Pulang dari bertugas," tulisnya membalas Tweet netizen.

Namun saat ditanya kronologi detailnya, pihaknya belum menjawab.

Selain itu, pihak Ammarai Healthcare Assistance juga menjelaskan mengenai waktu kejadian tersebut.

"Waduhhh..jadi ngeri nih klo harus naik gocar malam2..Masih berkeliaran pulak ini manusianya," tulis akun @dheloen.

Hal itu pun kemudian diluruskan oleh akun Ammarai Healthcare Assistance.

"Menurut perawat kami Kejadiannya siang hari kak," tulisnya lagi. sumber data: Tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel