Paranormal Dewi Diadiva Ramal Pulau Jawa Akan Disapu Tsunami Dahsyat Tahun 2022: Banyak Mayat Bergelimpangan


 ramalan paranormal Dewi Diadiva tentang tsunami di pulau Jawa /Kelepics//pixabay

KABAR BESUKI - Menjelang akhir tahun 2021 dan menuju tahun 2022, mulai muncul berbagai ramalan atau prediksi terkait berbagai peristiwa yang akan terjadi di tahun 2022 mendatang.

Salah satu ramalan yang menarik perhatian yakni ramalan dari seorang paranormal bernama Dewi Diadiva.

Menurut ramalannya, Dewi Diavia mengatakan bahwa di tahun 2022, pulau Jawa akan diterjang tsunami dahsyat setinggi 7-10 meter.

Menurut pengakuan Dewi Diadiva, ramalan ini ia dapat usai menjalani tirakat di malam hari. Menurut Dewi, ia melihat sebuah penampakan gelombang air yang besar.

“Memang ada penglihatan secara batin itu memang ada penampakan seperti gelombang air yang besar, di pulau Jawa,” kata Dewi Diadiva seperti dikutip Kabar Besuki dari Youtube Ganjil Misteri.

“Mungkin bisa dibilang tsunami ya, karena gelombangnya itu besar banget ya waktu Mami tirakat malam-malam, itu tiba-tiba ada ombak besar mungkin mencapai 7-10 meter, seperti itu,” imbuhnya.

Dewi Diadiva bahkan mengaku takut usai melihat penampakan akan adanya tsunami dahsyat yang menghantam pulau Jawa.

Menurut Dewi Diadiva, tsunami yang akan menerjang pulau Jawa ini memiliki ketinggian mencapai 7-10 meter dan menyapu kota.

Ia juga mengaku melihat banyak rumah yang hancur serta orang-orang mulai berguguran karena terjangan tsunami.

“Ketika Mami lihatin pada waktu kita tirakat malam, itu beberapa rumah itu hancur, bahkan sampai ke arah jalan,” kata Dewi Diadiva.

“Dan aku melihat banyak sekali mayat itu bergelimpangan, rumah hancur, tangisan anak dan orang tua itu campur jadi satu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dewi Diadiva mengaku mendapat bisikan dari Ratu pantai Selatan, Nyi Roro Kidul. Dalam pesannya itu, Dewi mengatakan bahwa Nyi Roro Kidul meminta semua orang untuk memperbaiki sikap.

Menurutnya, Nyi Roro Kidul menyampaikan pesan agar orang-orang selalu mengingat sedekah kepada fakir miskin dan selalu memperbaiki sikap.

“Jangan jadi manusia serakah, begitu katanya,” pungkasnya.***

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel