Indigo Terawang Erupsi Gunung Semeru Jadi Tameng Besar Tsunami 8 Meter di Cilegon, Banyak Hal Positif

Ilustrasi gunung Semeru /Instagram/BBTN Bromo Tengger Semeru

LINGKAR MADIUN- Gunung Semeru baru saja mengalami erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021 dan kembali mengalami erupsi pada Senin, 6 Desember 2021 pukul 07.53 WIB.

Gunung Semeru yang berada di Jawa Timur tersebut meletus hingga mengeluarkan guguran awan panas. Sontak, hal tersebut banyak membuat warga sekitar menjadi panik.

Tak disangka, tragedi alam yang menimpa gunung Semeru ternyata telah difirasatkan jauh-jauh hari oleh pria indigo bernama Tulus Riyanto.

“Jujur, aku sudah punya firasat untuk akan adanya sesuatu yang meletus tadi,” ungkap Tulus.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan melalui kanal YouTube BIGTULUS OFFICIAL berjudul ‘Tentang Erupsi Gunung Semeru...’ pada 6 Desember 2021.

Dalam terawangan supranaturalnya ia melihat adanya hal positif dari tragedi gunung Semeru tersebut disisi hal negatif yang terlihat seperti banyaknya korban jiwa hingga kerugian materi.

“ Saya melihat ini ketika sudah selesai nanti akan banyak sesuatu yang positif,” ujar Tulus.

Tulus mengungkapkan bahwa saat ini gunung Semeru tengah merivitalisasi dan membersihkan diri untuk memperbaiki alam agar menjadi lebih baik menjelang tahun baru 2022.

“Mereka merevitalisasi, mereka membersihkan diri, menguras diri kemudian untuk memperbaiki, jadi musibah yang Allah berikan itu akan ada hikmah di suatu ketika,” ujar Tulus.

Tulus juga memprediksikan saat kondisi alam menjadi sedikit lebih baik setelah terjadinya erupsi gunung Semeru, kemungkinan potensi tsunami 8 meter di Cilegon serta daerah pesisir Jakarta juga akan tertahan dan tidak terjadi.

“Insyaallah , tsunami di Cilegon sama yang kemungkinan pesisir Jakarta yang ada tsunami itu insyaallah tidak terjadi,” ungkap Tulus.

Menurutnya, peristiwa erupsi gunung Semeru yang terjadi memiliki tujuan yang baik, dimana alam sedang memperbaiki beberapa porosnya.

Dengan demikian, bisa diprediksikan jika peristiwa erupsi gunung Semeru akan menjadi tameng besar yang mampu menahan potensi tsunami 8 meter di Cilegon dan daerah pesisir Jakarta.

“Gunung Semeru ini mengorbankan diri, percaya atau tidak, sayangnya karena dia makhluk yang besar karena dia ciptaan Allah yang besar ketika dia mengorbankan diri justru dia memberikan efek negatif untuk sekitarnya,” pungkasnya.***

 

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel